Resolusi Sederhana, Semoga!

Catatan Hari  Tagged , 8 Comments »

Halo..!! saya ucapkan selamat tahun baru, selamat datang 2012. Semoga di tahun ini kita dapat berbuat lebih baik sehingga memperoleh hasil yang maksimal. Amin

Memasuki tahun baru, sebagian besar dari kita pasti punya keinginan dan pencapain dalam satu tahun kedepan. Mulai dari keinginan sederhana lancar skripsinya dan cepat lulus kemudian kerja, memperoleh pacar, menikah, punya momongan dll. *curhat terselubung*

Tahun baru rasanya nggak mungkin kalo nggak punya tekad atau resolusi yang ingin diraih. Resolusi itu nggak harus setinggi langit dan muluk-muluk kok. Yang pasti keinginan itu adalah sesuatu yang penting bagi kita. Kita bisa mulai dari hal kecil yang malah kadang sering diabaikan oleh kebanyakan orang.

Resolusi baiknya bukan sesuatu yang bersifat sekali, kalo bisa malah bisa terus berlanjut dan menjadi sebuah kebiasaan yang baik. Misalnya, seorang perokok berniat mulai tahun ini akan berhenti merokok. Menurut saya itu punya bobot nilai lebih ketimbang sebuah pencapaian yang hanya sekali, dapat pacar misalnya. Yakinlah jodoh itu nggak kemana. Jadi menurut saya resolusi adalah sebuah tindakan untuk mencapai sebuah kebiasaan yang baik.

Resolusi saya di tahun 2012
*Air Putih
-Saya akan membiasakan minum air putih setiap hari
-Meninggalkan minuman bersoda.
-Di setiap kesempatan apapun saya lebih memilih air putih ketimbang yang lain. Jika mendesak terpaksa minum minuman lain jika tidak ada air putih.
-membolehkan minum minuman selain air putih seperti teh, kopi, dkk hanya sekali sehari. *nyiksa juga kan kalo pergi ke kucingan nggak ngopi*
*Sambal
Saya termasuk penyuka sambal. Setiap pulang ke rumah, ibu selalu menyiapkan sambal untuk saya. Bahkan, ibu menyimpan sambal di kulkas hanya untuk anak-anaknya. *hikz jadi kangen Ibu* Karena sepertinya nggak mungkin melepaskan sambal begitu saja, jadi saya nggak bisa lepas dari rasa pedas. Solusinya: saya tetap akan berhenti makan sambal tapi tidak berhenti makan yang mengandung pedas. Jadi saya makan pedas bukan makan sambal :D
*Rokok
Saya sebetulnya perokok pasif alias jarang banget merokok. Dulu membatasi merokok sehari maksimal satu batang, syukur-syukur kalo nggak merokok sama sekali. Sempat berhasil berhenti merokok total hanya beberapa bulan, kemudian gagal gara-gara stress karena patah hati. #eh
Belum sanggup berhenti total dari rokok, jadinya membatasi MEROKOK SATU KALI SEBULAN. Jadi suatu saat kalo melihat saya merokok, mohon jangan diganggu biarin aja karena itu moment sakral. Satu tahun saya cukup menghabiskan 12 batang, jadi pas 1 bungkus untuk satu tahun. hwahaha….

Apa lagi? hmm.. nanti akan ditambahkan (nggak akan dikurangi lho :D )

Itu adalah resolusi sederhana, saya juga punya tekad untuk menyelesaikan skripsi dan lulus di tahun ini. Semoga skripnya lancar dan wisuda fiq. Amin

Distribusi Musik Secara Efektif

Opini 5 Comments »

Pernah makan di restoran cepat saji KFC? Pasti kita ditawari paketan dengan iming-iming sebuah CD musik yang diberikan secara gratis alias cuma-cuma.

Apakah KFC rugi dan hasil karya sejumlah artis sebut saja Agnes Monica, SMASH dan Rossa dihargai murah? Tidak, KFC tidak mungkin rugi. Malah untung karena dengan iming-iming CD gratis pelanggan merogoh kocek lebih, karena awalnya tidak membeli paketan. Untuk artisnya sendiri tak akan rugi, toh panghasilan dari kaset atau CD tidak seberapa jika dibanding dengan bayaran manggung mereka. Malah ini sebuah distribusi efektif yang dilakukan para artis, lagu mereka lebih cepat dikenal. Widi Asmoro, salah satu penggiat musik tanah air dalam situsnya mengungkapkan bahwa distribusi seperti ini tidak sampai satu bulam sudah lebih dari 3000 CD berpindah tangan ke para fans. Luar biasa.

Hal yang serupa juga dilakukan minimarket Indomaret yang menjual CD musik dengan tawaran harga diskon. Tak selamanya cara pemasaran dengan bundling berjalan sesuai yang diinginkan. Lihat pemasaran album milik Teuku Wisnu yang dipasarkan SPBU rasanya percuma meski telah di sounding, SPBU kurang tepat menjadi pusat distribusi karena bukan tempat nongkrong.

Biarkan Mereka Lypsinc

Opini  Tagged , , 4 Comments »

artis-lypsinc

Apa yang ada dibenak penonton ketika menyaksikan penampilan artis lypsinc? Cemoohan pun bergulir menanggapi penampilan artis yang hanya modal mangap. Ekspresi ‘banting meja’ pun tak jarang saya lihat di timeline twitter.

Penikmat musik Indonesia memang kritis dan cerdas, terlepas dari pendapat mereka sesuai dengan analisa atau sekedar nyeplos. Karena cara berpendapat kita jelas berbeda jika dibandingkan dengan pendapat pengamat musik yang sudah ahli, sebut saja Bens Leo. Saya katakan cerdas karena kita sadar bukan sekedar penampilan seksi atau aksi menawan yang kita inginkan. Suara bagus dan olah vokal juga penting, jadi tidak sekedar lypsinc.

Lypsinc banyak dilakukan boyband dan girlband ketimbang group band, ini jelas sekali. Boyband dan girlband lebih banyak melakukan gerakan joget atau tarian di atas panggung, untuk menjaga performa penampilan mereka akhirnya memilih untuk lypsinc. Harus kita maklumi.

Aksi Shina Jojo dan Briptu Norman yang sekarang kita kenal bisa terkenal kaTulisan ini tidak pro atau kontra menanggapi aksi lypsinc, hanya mengajak agar ‘memaklumi’ karena saya juga keberatan dengan aksi lypsinc.rena lypsinc. Jika bukan karena lypsinc kita yang bukan teman atau saudaranya tak mungkin mengenal mereka. Meski ada yang mencemooh tapi apa yang membuat mereka diterima masyarakat? Menghibur. Ya, alasan itulah yang membuat mereka diterima. Jika sama-sama bersifat menghibur, lantas kenapa kita tidak bisa menerima aksi lypsinc artis di TV?

Bukan berarti kita harus setuju dengan tindakan lypsinc, jelas itu mempengaruhi kualitas musik tanah air. Saya mengajak tidak perlu marah atau merespon aksi lypsinc secara berlebihan. :)

Kekasihku adalah Anak Ibuku #eh

Moment 9 Comments »

Tulisan ini adalah bagian dari #rantaicerita #PerkawinanDarah. Cerita ini ditulis oleh beberapa nama seperti @echaimutenan, @ari_dexter, @harrismaul, @juleahardy, @elafiq, @thianongnong, @aniRingo, @IndahJuli, @mataharitimoer dan @wkf2010. Cerita sebelumnya, bisa dilihat di sini. Selamat membaca :)

Diego keluar rumah lengkap dengan pakaian olahraga. Logo sebuah merk produk olahlaga ternama bertengger di kaos dan sepatunya. Tampak serasi. Setelah beberapa saat melakukan warming up ia pun mulai berlari-lari kecil. Sebuah kebiasaan yang sudah lama ia tinggalkan, tengkurap dibawah selimut tebal lebih asyik daripada silau oleh sinar mentari pagi.

Lasmi, ini adalah salah satu alasan mengapa ia rela meninggalkan selimut tebal dan memilih mengukur jalan dengan sepatu olahraganya. Lasmi, wanita cantik yang baru-baru ini menjadi tetangganya. Diego melirik jam tangan. Biasanya jam segini Lasmi terlihat jogging di sekitaran rumah, guman Diego dalam hati. Baru diomongin dalam hati, Lasmi sudah muncul dihadapannya. Read the rest of this entry »

Kita, Aku dan Kamu tanpa Dia

Jurnal Galau 3 Comments »

Rintik hujan dan pekat malam adalah pertemuan kita, aku dan kamu. Begitu hangat ditengah beku yang terjadi. Akhirnya kita bercengkrama entah dari mana mulanya. Sempat kau terisak, bukan bermaksud tak sopan kucoba berikan pelukan hangat untukmu. Namun kuurungkan, kau telah memiliki kekasih yang lebih berhak dari sekedar memelukmu. Kugenggam pangkuanmu, tak lebih.

Ceria tawa dan senyum yang lama tak kulihat, membuat hatiku berbunga. Lebih indah dari bunga bermekaran di taman. Lebih bahagia dari mereka yang puas menikmati buah durian satu keranjang penuh. Tiada tara nikmatnya. Bahkan jika kebahagian ini harus ditukar dengan buah durian itu aku akan menolaknya. Karena aku lebih memilih bengkuang daripada durian.

Read the rest of this entry »

Cerita dari Ngayogjazz 2011

Event  Tagged 6 Comments »

trie-utami-idang-rasjidi

Hujan deras yang mengguyur kota Magelang Sabtu (12/11) sore tak menyurutkan niat untuk meneruskan perjalanan dari Semarang menuju Jogjakarta. Ada cerita dibalik kisah ditilang polisi, celana, kaos dan jaket basah kuyup. Semua demi menyaksikan Ngayogjazz 2011.

Tak ingin melewatkan langit yang terlihat cantik setelah hujan, pun berhasil mengabadikan dengan sekali jepret. Langit tampak cerah begitu memasuki provinsi DIY, berharap kondisi ini bertahan hingga malam puncak Ngayogjazz nanti.

Ngayogjazz 2011 berpusat di Pasar Kotagede, terdiri dari enam panggung yang tersebar di sekitaran pasar. Karena padatnya mengunjung yang datang, jadi saya harus berjalan kaki sekitar 250meter dari tempat parkir menuju salah satu venue (Panggung Gaog). Luar biasa bukan? Sejak sore hingga malam, pecinta jazz yang datang dari penjuru daerah disuguhi penampilan musik atraktif yang tersebar di enam panggung. Yakni panggung Spleker, Horn, Sirene, Corong, Swara Warga dan Gaog. Read the rest of this entry »

Light On Hanya untuk Motor, Mobil Tidak?

Opini 6 Comments »

Kebijakan menyalakan lampu kendaraan pada siang hari (light on) sudah bisa diikuti meski ada pro dan kontra. Saya pun terbiasa karena saya tahu manfaat light on. Yang masih mengganjal dibenak saya adalah kenapa aturan ini hanya berlaku bagi kendaraan sepeda motor?

Apakah karena mayoritas kecelakaan adalah sepeda motor? Atau karena jumlah sepeda motor mendominasi lalu lintas? Dan atau-atau yang lain.

Suatu ketika saat ditilang polisi saya jadikan ini sebuah kesempatan mendapat jawaban dari pihak yang saya anggap mengerti dasar Undang-undang Nomor 22/2009 Pasal 107 ayat 1 dan 2 ini.
“karena lampu mobil itu silau sehingga mengganggu kendaraan lain”
DYAR!!!!! Saya kaget dengan jawaban yang keluar dari petugas. Alasan yang menurut saya tidak bisa diterima. Saya memang tidak mengerti tentang peraturan berkendaraan, tapi saya juga tidak bodoh untuk mencerna sebuah alasan.
Saya masih bertanya-tanya. Bisakah Anda membantu?

Terpaksa, Antara Kecewa dan Terima Kasih

Catatan Hari 4 Comments »

Dalam kehidupan ada tiga jenis orang baik, mereka yang salah dan ingin memperbaiki, mereka yang benar-benar baik dan mereka yang berharap terlihat demikian. –el-

Ini adalah perjalanan saya menuju ngayogjazz 2011, sabtu 12 November lalu. berangkat dari Semarang sekitar pukul 09.45, lalu lintas mulai padat. Sebenarnya saya tidak terburu-buru harus sampai Jogja hanya singgah dulu di Temanggung, karena harus membagi waktu akhirnya saya ngebut.

Di daerah Bedono Ambarawa, terdapat banyak kelokan dan tanjakan. Menyelip di antara kendaraan besar seperti truk dan bus adalah hal biasa, hingga saya-pun tak sadar melewati garis marka.

Syemm.. tiba-tiba terlontar kata ini saat melihat pos Polisi di depan. Saya berharap, petugas tidak melihat pelanggaran saya. Saya pun tak benar-benar yakin apakah telah melanggar atau tidak, sekali lagi saya tak sadar melewati garis marka. Karena itulah saya berharap polisi-pun tak menyadari, simpelnya saya malas berurusan dengan Polisi. Read the rest of this entry »

  • Categories

  • Archives

  • Tags

  • Recent Comments

  • Banner

  • Kotak Suara


  • WordPress Theme & Icons by N.Design Studio.
    Entries RSS Comments RSS Log in