Lailatur Qadar, untuk Siapa?

19 Aug 2011

“Ramadhan bulan penuh berkah, ampunan, dan tentunya bulan yang makbul untuk kita memohon kepada Allah. Memasuki 10 hari terakhir Ramadhan sungguh spesial, karena merupakan salah satu hari dimana terdapat malam lailatul qadhar; malam yang penuh berkah, malam yang lebih baik dari seribu bulan.” (QS Al Qadar [97] : 3-5)

Carilah lailatul qadar di malam ganjil dari sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan. (HR Bukhari).

Di bulan suci Ramadhan terdapat sebuah malam yang disebut malam Lailatur Qadar, sebuah malam yang lebih mulia daripada 1000 bulan. Lailatur Qadar juga merupakan malam diturunkannya Al-Qur’an.

Lailatur Qadar adalah 10 hari terakhir di bulan Ramadhan, yang dapat dijumpai di setiap malam ganjil. Banyak orang beribadah di malam ini berlomba-lomba untuk memperoleh keutamaan malam Lailatur Qadar. Masjid-masjid dipenuhi mereka yang berikti’kaf atau berdiam diri untuk mendekatkan diri kepada Allah, bermunajat kepada Sang Khaliq agar permintaannya dikabulkan

Apakah semua doa yang dipanjatkan pada malam lailatur qadar akan dikabulkan? Tentu tidak se-instant itu, tidak mungkin Allah mengabulkan doa yang setengah-setengah hanya beribadah memilih waktu dan tujuan tertentu.

Kata Ibrahim Adham, Doamu tidak dikabulkan Allah lantaran sepuluh perkara”:
1. Kamu mengenal Allah, tetapi kamu tidak mendatangkan kewajiban kepada-Nya.
2. Engkau membaca Al-Quran, tetapi engkau tidak mengamalkan kandungannya.
3. Engkau mengatakan menjadi musuh syetan, tetapi engkau mengikuti dan bersesuaian dengan syetan.
4. Engkau mengatakan menjadi Umat Nabi Muhammad SAW, tetapi engkau tidak mengikuti jejaknya.
5. Engkau berkeinginan masuk surga, tetapi tidak mau beramal yang dapat menghantarkannya ke surga.
6. Engkau menginginkan selamat dari api neraka, tetapi engkau mencampakkan dirimu ke dalamnya.
7. Engkau mengatakan bahwa mati itu pasti, tetapi engkau tidak mau mempersiapkan bekal untuk mati.
8. Engkau sibuk meneliti cela kawan-kawanmu, tetapi engkau tidak mau memperhatikan cela dirimu sendiri.
9. Engkau makan nikmat dari Tuhamu, tetapi engkau tidak pernah bersyukur kepadanya.
10. Engkau ikut mengubur orang mati, tetapi engkau tidak dapat mengambil itibar (pelajaran) dari peristiwa itu.

Jelaslah bahwa berkah Lailatur Qadar tidak dapat digapai begitu saja, melalui perjalanan dan proses. Tidak sekedar mendekatkan diri saat bulan Ramadhan saja. Bangun malam (tahajud) yang dilakukan setiap hari menurut saya lebih bernilai dibanding beribadah hanya berburu Lailatur Qadar. :D


TAGS Ramadhan ngaBLOGburit Lailatu Qadar


-

Author

Follow Me