Untuk Laki-Laki yang Mencintai Kekasihku

11 Nov 2011

Teman, aku tahu kau berada diposisi yang tak nyaman. Mencintai perempuan yang juga aku cintai. Perempuan yang jauh lebih dulu aku cintai sebelum kau. Perempuan yang sama-sama kita kenal sebagai teman, awalnya.

Aku kaget ketika kau katakan juga mencintainya, perempuan yang juga aku cintai. Mungkin sama kagetnya ketika dulu kau tahu perempuan yang kau cintai juga dicintai orang lain. Orang lain itu juga temanmu. Bagaimana rasanya?

Baiklah jika kau keberatan kusebut menikam dari belakang, karena tak pernah ada ikatan antara aku dengan perempuan yang sama-sama kita cintai. Sehingga sah-sah saja siapapun mencintainya, termasuk kau.

Aku yakin kau sudah belajar dari pengalaman, Kau pernah tertikam dari belakang, tapi kini kau menikam orang lain. Dari belakang pula. Mungkin bukan maksudmu untuk membalas atau melampiaskan dendam kepada orang lain atau juga aku. Aku hanya menyayangkan kenapa itu kau lakukan.

Teman, dalam kondisi sakitpun aku masih bisa memanggilmu teman. Aku tak dapat berkata-kata ketika kau katakan telah menjalin kasih dengan kekasihku. Maaf, barusan aku menyebut kekasihmu sebagai kekasihku. Karena aku masih mencintainya. Izinkan aku meski hanya dengan menyebutnya saja.

Mungkin sakit ini tak sebegitunya jika bukan kau yang mencintainya, bukan teman sendiri. Teman yang sejak awal tahu bagaimana perjalanan cintaku kepada kekasihku, masih ingatkah kau ketika aku bersikap bak orang gila yang kasmaran dengan sang pujaan. Mengejar penuh harap beradu realita yang tak bisa diterka. Meluangkan waktu untuk mendengar curhatku yang itu-itu saja. Tentu kau masih ingat bagaimana kau menyemangatiku untuk tak berhenti mengejar kekasihku. Tak jarang kau melihat air mata lelahku mengejar. Kini tak ada air mata dalam tangisku, telah habis. Hanya serapah lirih tak terdengar.

Untuk laki-laki yang mencintai kekasihku, kini kekasihku menjadi kekasihmu. Kau telah memiliki apa yang selama ini aku ingini. Menjadi kekasih perempuan yang ternyata sama-sama kita cintai.

*cari kain perban tutupin luka di punggung*


TAGS Patah Hati menusuk dari belakang


-

Author

Follow Me