Biarkan Mereka Lypsinc

19 Dec 2011

artis-lypsinc

Apa yang ada dibenak penonton ketika menyaksikan penampilan artis lypsinc? Cemoohan pun bergulir menanggapi penampilan artis yang hanya modal mangap. Ekspresi ‘banting meja’ pun tak jarang saya lihat di timeline twitter.

Penikmat musik Indonesia memang kritis dan cerdas, terlepas dari pendapat mereka sesuai dengan analisa atau sekedar nyeplos. Karena cara berpendapat kita jelas berbeda jika dibandingkan dengan pendapat pengamat musik yang sudah ahli, sebut saja Bens Leo. Saya katakan cerdas karena kita sadar bukan sekedar penampilan seksi atau aksi menawan yang kita inginkan. Suara bagus dan olah vokal juga penting, jadi tidak sekedar lypsinc.

Lypsinc banyak dilakukan boyband dan girlband ketimbang group band, ini jelas sekali. Boyband dan girlband lebih banyak melakukan gerakan joget atau tarian di atas panggung, untuk menjaga performa penampilan mereka akhirnya memilih untuk lypsinc. Harus kita maklumi.

Aksi Shina Jojo dan Briptu Norman yang sekarang kita kenal bisa terkenal karena lypsinc. Tulisan ini tidak pro atau kontra menanggapi aksi lypsinc, hanya mengajak agar ‘memaklumi’ karena saya juga keberatan dengan aksi lypsinc. Jika bukan karena lypsinc kita (yang bukan teman atau saudaranya) tak mungkin mengenal mereka. Meski ada yang mencemooh tapi apa yang membuat mereka diterima masyarakat? Menghibur. Ya, alasan itulah yang membuat mereka diterima. Jika sama-sama bersifat menghibur, lantas kenapa kita tidak bisa menerima aksi lypsinc artis di TV?

Bukan berarti kita harus setuju dengan tindakan lypsinc, jelas itu mempengaruhi kualitas musik tanah air. Saya mengajak tidak perlu marah atau merespon aksi lypsinc secara berlebihan. :)


TAGS lypsinc girlband boyband


-

Author

Follow Me