Bertemu Hantu adalah Dilema

1 May 2012

Ini adalah tulisan kedua Group 17 dari Cerita Berantai bernama #3penguasa yang diadakan komunitas blogger Bogor (Blogor). Tulisan sebelumnya ditulis @airyz, dan ditutup oleh @ontohod

Baru enam langkah aku berjalan menuju rumah, terdengar adzan Maghrib. Semakin cepat saja aku melangkahkan kaki. Bukan karena mitos bahwa setan banyak keluar ketika waktu magrib tiba. Mitos yang tak pernah percaya aku percaya. Langkahku lebih cepat dari sebelumnya, aku setengah berlari. Aku mendengar suara aneh? Tidak. Aku kebelet pengen pipis.

Selesai kencing aku tak langsung keluar dari kamar mandi yang menyempil dipojok dapur, kurugoh kantong celanaku. Ambil handphone update status dulu. menahan pipis adalah derita, layaknya memendam rasa pada seorang wanita, tak lupa dibelakangnya kutambahi hastag #halah dan #bedatipis. Sifat lebay ini ketularan seorang sepupu yang mengajariku bermain twitter, sebut saja airyz (bukan nama sebenarnya). Selesai update status aku langsung ngeloyor pergi, berpapasan dengan ibu yang hendak bergantian menggunakan kamar mandi.

Tiba-tiba terdengar suara jeritan dari kamar mandi, ibu memanggil namaku. Meski tak benar-benar nyaring, suaranya cukup jelas. DEKAAA!!!, PIPISNYA BELUM DISIRAM!

**

Selesai makan malam bareng Bapak dan Ibu, aku tak langsung ke kamar. Kunyalakan TV sambil tiduran di sofa. Sinetron maning.. sinetron maning kataku dalam hati. Kali ini aku tak mau lebay seperti airyz yang sedikit-sedikit ngetwit nggak penting.

Handphoneku berdering, ada panggilan masuk. Tertera nama Revi dilayar. Sempat bertanya-tanya Revi siapa ya? Perasaan teman sekolahku nggak ada yang namanya Revi, demi menjawab rasa penasaran kujawab panggilan itu.

halo, ini siapa? dengan suara pelan aku mencoba ramah kepada wanita, karena aku yakin Revi berjenis kelamin wanita bukan waria
ini Revi, Dek. Masak baru kenalan tadi udah lupa terdengar nada kecewa disana.
sory, beneran aku lupa. aku juga gak ngerasa pernah nge-save nomermu, dengan hati-hati kuucapkan kalimat terakhir tadi takut membuat orang diseberang telepon kecewa.
ini Revi yang tadi kenalan di Rumah Sakit
Teringat apa yang disampaikan ibu tadi, aku sendirian saat di lorong rumah sakit. Tak ada siapapun disana, berarti tak ada suster yang sedang mengajakku bicara.
SMS aja ya Rev, aku lagi sibuk dikit Klik, kumatikan telepon.

Aku malah jadi merinding, akhirnya aku berjalan menuju kamar. Menjelang anak tangga pertama, aku bertanya kepada Ibu.
Bu
iyaaaaa ini yang jawab Ibuku bukan Afika.
benaran tadi nggak ada siapa-siapa waktu Deka duduk di lorong Rumah Sakit?
iya Dek, kenapa?
nggak apa-apa sih, bu
Yasudah, sekarang kamu ke kamar. istirahat dulu

Saat menaiki tangga kembali handphoneku berbunyi, ada satu pesan. Dari Revi. Aku semakin mempercepat langkahku, aku baca dikamar saja nanti. Dalam hati aku memaki diri sendiri, mengapa tadi malah menyuruh Revi kirim SMS. Masak aku SMS-an sama hantu? :O

Kunyalakan lampu kamar, sempat terhenyak kaget. Aku melihat perempuan dengan pakaian serba putih berrambut panjang terurai berantakan tanpa penutup kepala alias jilbab, berarti bukan ibu-ibu arisan komplek yang nyasar kesini, dalam hatiku.

Kuabaikan saja perempuan tanpa ekspresi dipojokan kamar, bukan karena males nyapa tapi nggak mau gondok aja pas nyapa tapi malah dicuekin. Aku bisa terima kalo diabaikan cewek tapi rasanya aneh kalo gondok discuekin hantu. #suram

Kutampar pipi kanan kiri, memastikan apakah mimpi atau nyata juga karena nggak ada kerjaan. Hampir saja aku lupa baca SMS dari Revi. Kubaca, kubales, kubaca, kubales, kubaca, kubales begitu seterusnya. Obrolan lewat SMS lancar seperti teman yang sudah lama kenal. Malah aku curhat ke Revi, sejak dirawat di Rumah Sakit aku bisa lihat makhluk halus alias hantu. Revi tak mau menjelaskan apa penyebabnya, aku tanyakan apakah keanehan ini hilang? Kata Revi bisa, dengan cara aku melakukan salto ditempat dimana aku pernah jatuh. Salto biasa yang biasanya dilakukan pemain sepakbola ketika merayakan selebrasi setelah mencetak gol. Aneh. Memang aneh, sore tadi aku melihat dua sosok makhluk halus di pohon mangga, habis makan tadi ditelpon, barusan malah SMS, entah besok apalagi? Video call-an? Maybe :|

Sekarang aku menjadi dilema, antara ingin menghilangkan kelebihan yang aku miliki atau kembali normal seperti sebelumnya. Ketika penglihatanku kembali normal aku tak bisa lagi melihat hantu termasuk Revi. Aku masih bisa SMS-an dengan Revi ketika ingin bertukar kabar, masalahnya jika aku kangen dengan suster yang baru sekali aku temui, aku kudu pie (aku harus gimana)? :(

*bersambung*

bung @ontohod, sorry harus menunggu. silahkan dilanjut.. :D


TAGS rantai cerita


-

Author

Follow Me