Awal atau Akhir Kisah Bady?

13 Jul 2012

Ini merupakan tulisan ketiga (terakhir) Grup 18 dari Cerita Berantai bernama #3Penguasa yang diadakan Blogor (Komunitas Blogger Bogor). Untuk mengetahui cerita sebelumnya Anda bisa membaca tulisan pertama yang dibuat @defidi dan kedua yang ditulis @airyz. Sedia tisu sebelum membaca, cerita ini menyedihkan? nggak kok, tisu itu buat jaga-jaga aja.

—–

Bady merasa sangat gusar ditengah hutan yang gelap, ditambah lagi kilatan bola mata yang barusan dilihatnya. Bady ingin berlari tapi tenaganya sedikit terkuras setelah asyik bermain air dan kelelahan mencari jalan keluar dari hutan. ‘aku kudu pie?’ tanya Bady dalam hati.

Bermalam sendirian ditengah hutan adalah yang pertama bagi Bady, wajar jika ia merasa gusar atau takut. Menyalakan lilin bukanlah solusi karena tak mungkin ada warung kecil bahkan toserba yang buka di tengah hutan. Membuat obor juga mustahil, negeri ini sedang langka minyak tanah. Bady sendiri belum pernah membayangkan obor dengan bahan bakar elpiji. Apakah kalian pernah membayangkan? Mungkin kalo ada bentuknya kira-kira seperti ini.

obor olimpiade

Bady berjalan perlahan sambil memperhatikan setiap gerak-gerik disekitarnya. Bady takut terjadi hal yang tidak-tidak, Bady tahu jumlah habitat badak di Indonesia semakin langka bahkan terancam punah. Gerakan Selamatkan Badak dari kepunahan tersebar ke seantero negeri. Bahkan di Amerika ada larangan travel warning ke Indonesia bagi Badak. Hal itu tak membuat Bady takut untuk ke Indonesia, keinginan Bady hanyalah ingin berlibur ke tanah kelahiran orang tuanya. Bady sudah bosen dengan permainan PES/ PSP dan sebagainya, dia penasaran dengan permainan rakyat yang diceritakan ibunya. Seperti permainan dakon, engklek, egrang, kelereng dan masih banyak lagi. Bady semakin sedih karena kabarnya permainan rakyat ini sudah mulai langka. :|

tulisan di truck

Karena asyik melamun, tanpa sadar Bady menabrak sebuah benda besar. Ternyata yang ditabrak adalah bagian belakang kendaraan yang mengangkutnya. Sambil mengelus kepala yang sedikit benjol, Bady mencari pendamping dan penjemput yang mengawalnya dari bandara. Diperiksanya kendaraan itu, namun tak ada sedikitpun bau kentut apalagi bau keringat.

“Kira-kira kemana ya mereka?” Tanya Bady kebingungan.

Mungkin mereka masih berada di hutan untuk mencari dirinyaa, tebak Bady. Bady memilih menunggu daripada ikut mencari. Sama-sama mencari malah nanti muter-muter nggak ketemu, lebih baik dirinya menunggu dimobil.

“Hai Bady!” tiba-tiba terdengar suara teriakan girang tak jauh darinya.

Bady yang sedikit kaget hampir saja gagap. Untung saja hal itu tak disadari sang pendamping, kalo tahu mungkin saja dirinya akan dipanggil Bady Gagap. #Hahaha Bady jadi ngakak membayangkannya :D

Akhirnya Bady melanjutkan perjalanan sambil makan cemilan jamur chrispy yang dibelikan pendampingnya. Lumayan buat ganjel perut, selama perjalanan Bady tertidur. Saking lelahnya tidurnya kali ini terasa lebih nyenyak dari biasanya.

Tersesat di hutan tadi baginya adalah sebuah pengalaman yang belum seberapa. Ia ingat pesan orangtuanya agar dapat mandiri dan mengambil sikap terhadap permasalahan yang akan dihadapi.

“Bady bangun Bady” samar-samar ia dengar suara ibunya membangunkan.
“Siap-siap nak, hari ini kamu berangkat ke Indonesia. Mandi dulu biar seger” ucap ibunya sambil mengusap kepala Bady dengan lembut.

Bady terperanjat bangun. Dia merasa bingung, dia merasa sudah berpetualang di negara seberang. Tapi ternyata?

Bantu Bady yang kebingungan ya. :p

(selesai)


TAGS rantai cerita selamatkan badak


-

Author

Follow Me