Kartu Nama, Simpel tapi Penting

6 Dec 2013

Di suatu sore yang mendung, handphone di meja tiba-tiba bergetar. Sebuah ‘nada’ alternatif favorit saya daripada dering poliponik yang terdengar jadul. Ternyata dari sebuah nomer yang tak dikenal.
Sudah menjadi hal biasa bagi saya menerima panggilan dari nomer baru.
‘Halo, selamat sore’, saya mencoba menyapa terlebih dulu.
‘Assalamualaikum’, sapa seseorang dari seberang sana
Hahaha, setelah saya membalasa salam ada perasaan geli dengan kejadian barusan. :D

Ternyata telpon dari teman SD, wuih jaman kapan itu :D sekarang dia merantau di Jakarta. Ditengah obrolan saya menyampaikan maaf karena sudah lama tidak saling tukar kabar. Handphone ganti atau ganti simcard itu alasan saya, swear ini bukan pembelaan atau alibi tapi memang demikian adanya.

Ternyata dia juga gonta-ganti hape, tapi berkat sebuah kartu nama dia bisa menghubungi saya. Saya jadi ingat ‘kartu nama’ yang saya buat pertama kali, sekitar 5 tahun lalu. Sebuah kartu nama sederhana dengan background warna putih minimalis, dengan alamat domain pribadi saya yang sudah expired. Domain pribadi yang namanya unik, tapi harus saya ikhlaskan karena kelupaan memperpanjang :(

Saya pun menyimpulkan, sebuah kartu nama yang sederhana ternyata sangat berarti. Apa jadinya jika teman saya itu tidak menyimpan kartu nama saya? Sok keren lu el! emangnya kartu nama lo bisa digadein? wkwkwk syemm :P

Itu sedikit cerita tentang kartu nama, pasti temen-temen yang lain punya cerita lain yang lebih seru dan unik! Ini cerita saya tentang kartu nama, apa ceritamu?


TAGS


-

Author

Follow Me